Yap, alhamdulillah akhirnya UAS berakhir...
Dan setelah UAS terus berlanjut dengan penyesalan "Kenapa jawabnya itu, bukan yang pilih yang ini ajaa ??"
Lanjut buka buku buat liat-liat jawaban hasilnya nihil. Gwenchana, sarangiya.. Huehehe, gapapa itu cinta, yap cinta gue terhadap perjuangan kuliah gue. Segala hal gue lakuin buat cinta sama jalan yang udah dipilih, mulai dari begadang ngerjain tugas sambil running nonton drama tuh rasanya.. Shugoooi...
Efek habis nonton drama tuh langsung hilang, pas nonton drama "oke, gue akan bekerja keras dan gue akan semangat buat jadi orang yang profesional sama kerjaan gue nanti apapun itu" *efek habis nonton Nurse Aoi sama Good Doctor* ... Besok paginya, gue telat bangun bahkan hampir telat sholat subuh.. Sip, permulaan yang sangat tidak bagus !!
*Efek setelah nonton Gwenchana, Sarangiya a.k.a It's Okay, That's Love* Sip, gue akan jadi ambil keperawatan jiwa dan gue bisa lanjut psikiater... jeng jeng jeng gue malah tersepona dengan cerita si Jang Jae Yeol yang kena Schizophrenia. Saya berkaca lagi, bisakah saya menjadi seperti itu?
Si Jang Jae Yeol kan kena waham tuh kalo gue bikin askep, tapi kalo diagnosis medis, dia itu kena schizophrenia: visual halutination.. Waham penglihatan, keyakinan palsu atas hadirnya si Han Kang Woo.. Seketika gue inget, di UAS kemarin tuh ada dua kasus untuk jawab pertanyaan esai.
Kasus pertama, udah pasti RPK disebabkan HDR dan akan menimbulkan juga Risiko BD. Nah, kasus kedua itu, gue bingung antara RPK sama Halusinasi. Akhirnya, dengan lugunya gue tulis RPK. Setelah selesai UAS dan gue baru sadar, kalo jawaban gue salah ! Jawabannya itu Halusinasi !!
Gue udah gila duluan, ya gue bangunlah pondasi keyakinan jadinya gue akan meyakini kalo jawaban RPK itu salah.
"Jadi, ia itu yang bener Halusinasi. Karena pasiennya itu cuma hendak menyingkirkan suara-suara yang dia denger. Dia melempar barang bukan untuk menyakiti orang lain, tidak ada maksud, dia hanya ingin menyingkirkan suara itu. Disini belum ada yang terluka, namun dia hanya kesal dengan suara-suara nya itu. Sedangkan RPK, duh, masalah itu terjadi setelah dia melakukan kekerasan sekali terhadap orang lain yang nyata. Dia punya alasan untuk melakukan kekerasan dan alasannya nyata, maka saat dilakukan terapi yang tepat ialah memberitahukan bahwa yang dilakukannya itu salah dan kita bisa merekomendasikan cara yang konstruktif untuk melampiaskan marah.."
See, gue bisa membuat argumen yang hanya dirikulah yang dapat mengerti. I can't wait for fourth semester in next year.. I always pray for me, good afternoon Song Hyo Rin (my korean name :')
IT ALL BEGINS ... WITH A CHOICE
Ganbatte ne~
Sabtu, 27 Desember 2014
Selasa, 23 Juli 2013
IT ALL BEGINS, the love
Twilight, the forbidden of love
It's begin ...
Every live begin with a choice, so do I ?
Love Rain, 사랑 비 (sarangbi)
Permulaan bersama seseorang adalah akhir kebersamaan dengan yang lainnya.
Tapi tidak selamanya akan menjauh dan menghilang, lebih baik jika mereka melangkah beriringan.
Hay hay ....
Ini dia dua cerita fiksi yang point of story nya hampir sama, menurut gue sih.. So if you agree with me, okelah :)
Keduanya menceritakan tentang problematika cinta, woow ... maslah cinta kaleee...
Iya, kalo dilihat cinta itu gak selalu romantis, ga selalu bikin senng, tapi ada pahitnya juga lah. Kalo mau yang seneng - seneng, let me see. I suggest you to live alone, it's better. So you don't get pain, axcept you sick.
Ini dari twilight (senja)
Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya, cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama.
Ini dari Love Rain
Sebuah dengan cinta akan selalu terlihat indah. Tapi, cinta yang indah tidak selalu bahagia. Cinta, dari awal sampai akhir memiliki dua wajah. Kebahagiaan dan kesedihan. Cheer and pain.
Sama aja dengan dua mata piasu, dia bakal bermanfaat dan bahaya. Paradoks emang nyata, begitu juga dengan kenyataan. The close:
It's begin ...
Every live begin with a choice, so do I ?
Love Rain, 사랑 비 (sarangbi)
Permulaan bersama seseorang adalah akhir kebersamaan dengan yang lainnya.
Tapi tidak selamanya akan menjauh dan menghilang, lebih baik jika mereka melangkah beriringan.
Hay hay ....
Ini dia dua cerita fiksi yang point of story nya hampir sama, menurut gue sih.. So if you agree with me, okelah :)
Keduanya menceritakan tentang problematika cinta, woow ... maslah cinta kaleee...
Iya, kalo dilihat cinta itu gak selalu romantis, ga selalu bikin senng, tapi ada pahitnya juga lah. Kalo mau yang seneng - seneng, let me see. I suggest you to live alone, it's better. So you don't get pain, axcept you sick.
Ini dari twilight (senja)
Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya, cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama.
Ini dari Love Rain
Sebuah dengan cinta akan selalu terlihat indah. Tapi, cinta yang indah tidak selalu bahagia. Cinta, dari awal sampai akhir memiliki dua wajah. Kebahagiaan dan kesedihan. Cheer and pain.
Sama aja dengan dua mata piasu, dia bakal bermanfaat dan bahaya. Paradoks emang nyata, begitu juga dengan kenyataan. The close:
"Karena cinta itu tulus, tidak ada kata maaf untuk mengatakanya ..."Bye, see ya~ :)
Langganan:
Komentar (Atom)